
Dengan Senyuman menuju Perguruan Tinggi Idaman
Bimbel Senyum saat iini berkembang dengan pesat, dan itu di luar ekspetasi saya. Saya memperkirakan bimbel Senyum akan berkembang setelah 2 tahun berdiri, ternyata dalam waktu 9 bulan bimbel Senyum menjadi 4 cabang dan telah menjalin kerja sama dengan bimbel di seluruh Indonesia.
Berdiri sejak Januari 2011, berkat suntikan dana dari Bapak Anwar Dampang, Saya mencoba membuka bimbel Senyum di daerah Rorotan, Cilincing. Cukup lama untuk meyakinkan Bapak Anwar Dampang untuk memberikan dana sebesar 25 juta untuk membuka bimbel. Daerah Rorotan sendiri merupakan daerah perkampungan (walaupun di Jakarta) yang masyarakatnya tidak terlalu peduli dengan pendidikan. Dengan niat untuk mensetarakan pendidikan sekolah-sekolah di Rorotan dengan pendidikan sekolah favorit disekitar Kelapa gading, saya berani untuk membuka Bimbel Senyum. Saya membuka biaya Bimbel Senyum dengan harga yang cukup mahal untuk daerah tersebut karena biaya bimbel disekitarnya rata-rata murah, tetapi saya yakin bimbel Senyum akan banyak muridnya karena soal kami memang bagus. Dibalik biaya Bimbel Senyum mahal, juga terbersit untuk menghasilkan penghasilan guru nya yang besar.
Awal mula perjalanan agak berat, hanya 2 murid yang mendaftar selain murid privat saya yang berjumlah 10 orang. Dengan dana yang terbatas, saya berusaha memperbaiki bimbel Senyum mulai dari bawah. Mulai dari membeli ATK sampai membeli buku-buku sebagai pelengkap. Saya jarang membagikan brosur, karena menurut saya lebih bagus promosi dari mulut ke mulut. Sekarang Bimbel Senyum mempunyai 40 siswa lebih, dan guru-guru yang berjumlah 7 orang.
Dari perjalanan itu semua, saya mengambil kesimpulan :
Kunjungi www.bimbelsenyum.blogspot.com untuk membuka cabang Senyum.
Salam Senyum….
Bimbel-bimbel sekarang banyak yang maish menggunakan metode lama. Dengan jadwal belajar murid telah ditentukan oleh bimbel. Bimbel senyum ingin melakukan terobosan dengan bimbel ala restoran.
Bimbel ala Restoran mempunyai pengertian, mengelola bimbel seperti prinsip makan di restoran. Bimbel ini mengandung prisip “easy and busy”.
Easy, dalam bimbel dengan metode ini sangat mudah mengatur adminsitrasinya yang meliputi pengaturan jadwal murid, pengaturan absen murid, pengaturan gaji guru dan satisfy. Pengaturan jadwal yang mudah dikarenakan, bimbel senyum telah menempatkan jam pelaran terlebih dahulu, tetapi untuk pelajaran murid yang memilihnya dia mau belajar apa. Sama seperti bila kita ke restoran, kita disediakan menu-menu yang banyak biar kita bisa memilihnya. Jadi siswa berkendak memilih mata pelajaran apa yang ingin dipelajarinya. Pengaturan gaji guru pun muda, yaitu menggunakan sistem gaji harian. biasanya bimbel menggunakan sistem per jam untuk menggaji tentornya, tetapi kami membuat terobosan untuk membuat tentor sama seperti kerja kantoran. Untuk perhitungan gajinya akan lebih mudah. Untuk kepuasan murid pun kita sediakan, bila murid tidak hadir di hri dan jam nya dia belajar, dia bisa mengganti hari lainnya yang dia bisa untuk belajar. Jadi Bimbel senyum, sangat mementingkan kepuasan murid agar tidak ada yang dirugikan.
Busy, pengajar akan sangat sibuk jika terdapat kelas yang berbeda-beda. Bila kita pergi ke restoran, lihatlah banyaknya pelanggan pada saat makan siang, dan lihatlah sibuknya para karyawan yang melayaninya. Sama seperti bimbel senyum, bila banyak murid yang ingin belajar terdapat dari kelas yang berbeda-beda. para guru akan sibuk mengatur mereka, dan murid akan dibatasi 1 guru mengajar 4 orang murid walau dari kelas yang berbeda-beda.
Bimbel yang saya kelola sekarang juga mencampurkan cara cepat, konsep, dan student active.
Ingin mencobanya…..
Ilmulah yang menjaga agar kita tidak hancur. Suatu tekad dan mimpi yang luar biasa namun tidak didukung oleh ilmu, akan mengakibatkan kejatuhan yang sakit sekali. Memiliki ilmu berarti mau membuka pikiran dan hati terhadap perubahan yang ada disekeliling kita.
Manusia diberikan oleh Tuhan kemampuan yang amat luar biasa, yaitu kemampuan untuk belajar. Namun sayang sekali, proses pembelajaran atau proses berpikir, mengamati dan merenung merupakan hal-hal yang amat langka pada jaman sekarang ini.
Ilmu bukanlah sekadar proses membaca, menghafal, dan melihat, tetapi yang lebih penting adalah proses berpikir dan merenung. Apa yang telah diciptakan oleh generasi sebelum kita belum tentu semuanya benar, tetapi untuk masa sekarang perlu dilakukan perbaikan di semua aspek. Saya prihati pada orang berdasi yang setiap hari pergi ke kantor dan pulang tanpa melakukan proses berpikir dan merenung. Bagi saya, mereka tidak lebih dari seorang buruh.
Impian diiringi dengan kerja keras seperti berlayar tanpa nahkoda. kapal kehidupan kita akan berlayar tanpa arah, mungkin akan menabrak kesana sini sampai mungkin rusak dan tenggelam. Tetapi jika ilmu Anda kurang, Anda tidak perlu khawatir sebab Anda dapat belajar dari kegagalan yang pernah dialami. Mahal memang, tetapi itulah harga yang terlebih dahulu harus Anda bayar.
Secara praktis bbisa kita pertanyakan kepada diri sendiri : Berapa banyak buku yang kita baca seminggu? Berapa waktu yang kita luangkan untuk merenun lebih mendalam atas apa saja yang telah kita lakukan secara rutin? Sejauh mana kita memiliki hasrat untuk terus menggali hal-hal yang tidak kita ketahui? Sejauh mana kesabaran kita dalam mendalami sesuatu?
Tembuslah langit jika Anda mampu. Dan tidak mungkin langit bisa ditembus, kecuali dengan ilu pengetahuan.
Apapun dapat anda miliki, namun semuanya ada harga yang perlu Anda bayar terlebih dahulu. "No Free Lunch in this world", inilah inti kerja keras. jika anda telah mempunyai impian, anda perlu satu rahasia lagi, yaitu kerja keras. Ingat satu persen Inspirasi, 99% keringat.
sukses dapat direncanakan oleh karena itu kita dapat meramal masa depan itu sendiri. apa yang anda lakukan sekarang akan berakibat pada masa depan. Tuhan bukanlah dalang. Kitalah yang harus betanggung jawab akan apa yang terjadi di masa depan, dan tidak ada yang dapat menahan kesuksesan seseorang selain dirinya sendiri.
Mau kerja keras artinya anda memiliki pikiran positif dan anda menjadi jendral bagi diri sendiri. ketika orang lian sedang bersenang-senang, anda harus bekerja keras. Ketika pikiran anda mengatakan sedang putus asa, anda tidak perlu menghiraukannya dan anda siap untuk bersusah payah. Inilah nikmat dari kerja keras.


